Review Novel "WALLBANGER" By Alice Clayton


Jangan tertipu dengan cover yang keliatan memang erotis, beserta sinopsis yang bikin kita berpikir kesana. Dan emang iya ini novel dewasa jadi yang wajar aja kalo memang ada sedikit yang erotis. But untuk cerita gak terlalu kok. So here we go …





-WALLBANGER-
Malam pertama di apartemen impian di San Fransisco, Caroline memperoleh kejutan istimewa.
Dari balik dinding tipis apartemennya, Caroline mendengar suara tempat tidur yang berderak serta jeritan kepuasan tanpa henti.

Malang bagi Caroline yang sedang dalam ‘masa hiatus kencan’.
Tetangganya yang jelas-jelas mempunyai daya tarik ‘mematikan’ bagi wanita membuat fantasi Caroline tetap terbangun sepanjang malam.
Maka ketika suara derak tempat tidur mengancam dirinya-secara harfiah-Caroline tahu dia harus bertindak …


========== ///// ==========


Bercerita tentang Caroline yang baru saja pindah ke apartemen, dimana pada malam hari pertamanya di apartemen ia harus mendengarkan benturan dan teriakan wanita. Frustasi, iya. Apalagi sudah lama juga si Caroline ini tidak menjalin hubungan. Simon nama laki-laki itu, karena setiap wanita yang berteriak selalu mengucap nama itu. Sehebat itukah si Simon. Ya memang hebat sepertinya. Selalu bisa membuat tembok bergetar dan wanita melolong kenikmatan. Malam berikutnya pun Simon melakukan hal yang sama. Benturan dan teriakan itu terdengar lagi, namun dengan suara wanita yang berbeda. Sungguh Simon ini membuat Caroline penasaran dan geram sekaligus.

Habis sudah kesabaran Caroline. Tiga hari sudah ia lewati malam dengan benturan dan teriakan. Ia pun akhirnya bergegas dan menggedor pintu apartemen Simon. Sungguh luar biasa Simon ini. Benar-benar tipe idel semua wanita. Dengan rambut hitam pekat, mata biru, badan ber abs dan kulit yang kecokelatan. Bodohnya Caroline saat itu tidak sadar sedang mengenakan daster baby doll pink berenda, yang tentu saja membuat dirinya tambah terlihat bodoh. Usai pertemuannya malam itu membuat Caroline selalu memimpikan Simon, belum lagi fantasi-fantasi liarnya. Sungguh sial.

Singkat cerita Simon adalah teman dari tunangan bos Caroline di tempat kerja. Mereka bertemu lagi di pesta perayaan rumah baru bos Caroline. Disini Simon datang bersama dua sahabatnya begitu juga Caroline dating dengan dua temannya. Jadi bla bla bla temen Caroline dan Simon ini deket dan pacaran. Simon dan Caroline memang dekat tapi tidak sampai ke hubungan seperti sahbatnya. Sedikit rumit apalagi mantan Caroline dating membuatnya semakin galau. Kebersamaannya bersama Simon membuat Caroline memiliki rasa terhadapnya, namun mantannya ini datang kembali dan berjanji akan mengubah sifatnya yang dulu.

Ada hal yang lucu di novel ini. Dimana temannya Caroline dan Simon ini bertukar pacar. Ternyata tipe mereka tidaklah sesuai yang mereka inginkan. Awalnya mereka tidak mau mengakui sampai akhirnya Simon dan Caroline bertindak bagai mak comblang. Tapi sayangnya Simon dan Caroline masih tetap berstatus sahabat. Pada hal para sahabat mereka mengharap kan mereka bisa berkencan layaknya mereka. Caroline yang terlalu sibuk menjadi orang kepercayaan bosnya dan Simon yang sibuk berkeliling negara sebagai fotografer, membuat keduanya tidak bisa berkomitmen. Apalagi Simon belum pernah berkomitmen (pacaran). Berbeda dengan Caroline yang putus dengan mantannya karena sang mantan yang menuntut Caroline untuk diam dan menikmati hidup sedangkan ia sangat mencintai pekerjaannya.

Ya emang sih pemikiran orang yang punya kemampuan itu beda. Apalagi udah punya jabatan yang tinggi bikin mikir banyak untuk komitmen. Simon yang mulai mau berkomitmen justru bikin Caroline ragu. Ia takut akan mengalami hal yang sama seperti mantannya lagi. Novel ini ceritanya ringan jadi gak usah capek mikir. Ceritanya mengajarkan kita harus berani ngambil komitmen. Dan gue suka cerita tentang percintaan sahabat-sahabatnya ini. Mereka bertiga sohib banget. Dan ada kucingnya si Caroline yang gue bisa bayangin sih lucu. Namnaya Clive, kucing jantan yang perlu waktu biar bisa akur sama Simon. Lucu aja Simon yang gue bayangin laki banget tapi musti hati-hati biar si Clive mau ama dia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review novel "ALWAYS AND FOREVER, LARA JEAN" BY Jenny Han

STORY MY OTHER FAMILY "BIRTH OF CIMOT"

STORY MY OTHER FAMILY "DIFFICULT TO TAKE CARE OF CATS"