STORY MY OTHER FAMILY "BIRTH OF CIMOT"
Masa-masa Cimot hamil lumayan lucu aku ingat dia suka mencium orang yang sedang tidur terutama sama Mama. Ia juga suka banget perutnya dielus-elus macam manusia yang sedang hamil suka mengelus perutnya. Dan namanya kucing ya mau dia hamil atau tidak suka banget naik sana sini dan turun dengan loncatannya. Aku yang ngeri kanduangannya kenapa-kenapa selalu memasukan ia ke kamar keponakanku, disana dia tidak bisa naik-naik jadi mau tidak mau ia tertidur karena akhirnya bosan juga.

7 MEI 2020
Hari yang begitu spesial untukku dimana akhirnya setelah penantian 2 bulan akhirnya Cimot lahiran. Aku ingat saat itu dari pagi Cimot selalu nempel dengan diriku, benar-benar tidak mau ditinggal dan pengennya di gendong, manja banget. Aku dan Mama memang sudah memperkirakan Cimot akan lahiran sekitaran awal bulan Mei ini dan benar saja saat itu adalah bulan puasa, hampir mau magrib Cimot mengeluarkan cairan yang aku yakini itu adalah ketuban. Sebelumnya aku juga sudah menyiapakan tempat untuk Cimot sementara merawat anaknya.
Kebetulan ada satu kamar yang tidak dipakai dirumah dan hanya berisi barang-barang yang nanti-nanti akan digunakan. Dikamar situlah aku menaruh Cimot agar proses kelahirannya berjalan sendiri. Karena katanya kucing gak mau kalau saat lahiran diganggu.
Sekitar setengah tujuh aku menengok keadaan Cimot dikamar. Tapi ia tidak ada ditempat yang aku sudah siapakan, aku mencari-cari ternyata ia ada disela-sela tumpukan barang. Dan disanalah aku melihat sosok kecil warna hitam yang aku yakini adalah anak dari Cimot. Yupz benar saja ada satu bayi kucing berwarna hitam dengan tali pusar yang masih disekitar tubuhnya. Mama bilang jangan diganggu dulu biar proses lahirannya jalan terus karena ia baru melahirkan satu anak.
Setiap jam aku mengontrol terus dari yang tadi ada satu berwarna hitam
kemudian adalagi berwarna hitam putih dan diikuti yang lainnya. Total
bayi yang dilahirkan ada 5 anak. Wow aku gak nyangka karena saat aku
meraba perutnya yang terasa hanya 3 kepala anak kucing. Namun aku rada
kecewa karena dari kelima anaknya tidak ada satupun yang berwarna putih
total seperti ayahnya. Justru ada yang terlahir belang tiga atau biasa
disebut kucing telon. Heran saja kok bisa ya dapet warna kayak gitu
sedangkan dari biangnya saja belang abu-abu dan putih, tapi kenapa
anaknya kebanyakan hitam.
Proses persalinan ini cukup ribet juga karena ini kali pertama Cimot lahiran jadi dia belum bisa mengurus anak apalagi diusia yang masih belum genap setahun. Mau tidak mau akulah yang membantu memindahkan anak-anaknya ke tempat yang sudah aku siapkan. Awalnya memang masih banyak plasenta yang menempel tapi aku biarkan soalnya ini kan akan dimakan oleh biangnya (Cimot) tapi ternyata aku salah, ketika sehabis sahur aku mengecek kembali plasenta itu justru menempel semua dianak kucingnya yang mengakibatkan kelima-limanya menempel. Akhirnya aku gunting lah satu persatu-satu dan jujur saja itu sulit dan ngeri sekali apalagi mereka menempelnya itu dikaki jadi seperti kelibet gitu. Satu yang tidak berhasil dengan sempurna yaitu yang terakhir, ia terlilit sampai melintir dikakinya sehingga menjadi bengkak. Aku berfeeling bahwa ia akan cacat jika sampai dewasa tapi tidak rela juga kalau sampai harus mati.
Aku sudah mempersiapkan nama-nama untuk kelima anak Cimot yang pada hal saat itu aku masih belum bisa lihat jenis kelamin mereka apa. Aku juga banyak baca-baca tentang cara merawat anak kucing yang baru lahir, sungguh aku benar-benar berasa jadi ibu mengurus bayi-bayi kecil ini.



Komentar
Posting Komentar