Review Novel "WHEN DIMPLE MET RISHI" By Sandhya Menon"
Awalnya sih gak mau beli nih novel tapi pas baca beberapa review jadi
kepo juga akhirnya. Dan novel ini juga salah satu terbitan Spring dimana
penerbit ini memiliki keunikan untuk membuat pembatas buku. Pembatas novel ini
sendiri berupa gelas kopi yang biasa kita beli di kedai-kedai kopi. Oke balik
lagi, udah lama nggak baca novel yang sudut pandangnya orang ketiga, jadi suka
kebalik-balik apalagi di novel ini ngambil sisi dua pemikir karakter utamanya.
Oh ya dan yang bikin ini novel menarik lagi adalah karakter utamanya orang
India yang tinggal di Amerika. Kita bisa tahu tradisi dan gaya hidup orang
India, meski jujur sering nonton film Bollywood tapi novel ini gak bikin gue
mikir kesana. Karena latar belakangnya di Amerika jadi kadang gue suka lupa kalo
ini karakter orang India. And ini dia review nya ☺☺
-WHEN DIMPLE MET RISHI-
Dimple Shah sudah merencanakan segalanya.
Setelah lulus SMA, dia akan pergi kuliah,
meninggalkan ibunya yang terobsesi untuk mencarikannya suami. Dia tidak butuh
suami.
Dia butuh kariernya sebagai web developer.
Langkah pertamanya adalah program musim
panas sebuah universitas ternama.
Rishi Patel adalah pemuda yang kelewat
romantis.
Saat kedua orangtuanya bilang calon
istrinya akan mengikuti program musim panas,
Dia pun mendaftar program tersebut agar
bisa bertemu dengan calon istrinya yang bernama Dimple Shah.
Apa jadinya saat Dimple tahu dia dijodohkan
tanpa sepengetahuannya?
Bisakah Rishi mendapatkan hati Dimple?
========== ///// ==========
Pintar dan ambisius itulah sifat Dimple, menjadikannya ingin berkarier
dan menikah mungkin masih sangat jauh dipikirannya (gua juga klo jadi si Dimple
sama). Tapi karena adat orang India adalaha menikah muda membuat Dimple jadi
terkekang. Selain itu Dimple adalah anak satu-satunya jadi keluarga tidak bisa
mengharapkan yang lain.
Rishi adalah cowok yang paling penurut dan polos banget menurut gue. Di
negara yang bukanlah asli keturunannya ini Rishi masih sangat memegang teguh
adat keluarga yang memang masih sangat kental India nya. Tidak ingin
mengecewakan ortu dan selalu berpikir postif. Ortu yang kaya juga gak bikin
Rishi sombong (jarang banget nih ada cowok kayak gini). Jaman sekarang
dijodoh-jodohin mana ada yang mau. Tapi dia malah nurut aja, inget cerita ortu
nya juga yang dulu dijodohin dan sampai sekarang rukun-rukun aja bikin Rishi
membayangkan kalo istrinya nanti sama seperti ibunya.
Pertemuan pertama Dimple dan Rishi pun malah jadi cekcok. Tapi siapa gak
bakal kaget dan kesel kalo ada cowok yang gak dikenal nyamperin tiba-tiba ngomong
“Halo, calon istri. Aku tidak sabar memulai kehidupan bersamamu!” (kalo gue
tanpa babibu langsung kabur). Tapi salut buat si Rishi gak ada nyerahnya. Dia
masih usaha dan malah nunjukin cincin ke si Dimple. Jelas aja Dimple shock dan
marah, ortu nya gak bilang apa-apa tentang Rishi.
Lama kelamaan akhirnya Dimpe luluh juga akhirnya dengan kebaikan Rishi.
Si Rishi gak pernah marah malah ngalah mulu (pengen punya cowok kayak Rishi)
asal dia bisa deket sama Dimple. Dan singkatnya usahanya gak sia-sia. Dimple
luluh dengan bunga kertas yang Rishi buat. Sedikit cerita Dimple dan Rishi
pernah ketemu waktu kecil, dan si Rishi buat bunga kertas terus diberikan ke
Dimpe buat dia gak ngadu kalo udah robek-robek majalah.
Masa-masa kasmaranpun berjalan dengan begitu so sweet yang bakal bikin
kita senyum-senyum pas baca. Si Rishi yang emang udah kebangetan baik, polos
dan romantis bikin kita envy sama Dimple. Dan karena karakternya si Rishi ini
kebangetan polos dan nurut jadi si Dimple yang lebih agresif. Saat Rishi takut
ngambil tindakan, Dimple gak segan-segan ceramah and finaly si Rishi jadi
ngikut aja J
Cerita gak berakhir dengan mereka jadian gitu aja. Masalah justru tumbuh
di saat sweet nya hubungan. Dimple yang masih berpikir karier dan waktu program
yang akan berakhir, bikin dia galau. Satu sisi dia sayang sama Rishi tapi dia
gak mau nyia-nyiain kepintarannya begitu aja. Menurutnya Dimple itu terlalu
tepat dan terlalu cepat datangnya. Diusia yang masih 18 tahun Dimple masih
belum siap untuk hubungan yang serius. Belum lagi kuliah Dimple dan Rishi
berbeda, ditambah web yang Dimple dan Rishi buat kalah membuatnya semakin ragu
akan hubungannya.
Rishi yang sadar celotehan-celotehan Dimple tentang karya seninya membuat
dia ragu melangkah ke universitasnya. Pada hal universitas itu adalah
universitas nomor 1 di dunia. Ketakutan mengecewakan hati ortunya membuat Rishi
dilema, masuk ke universitas tersebut tapi dengan hati yang berat atau harus
memilih pilihannya sendiri tapi mengecewakan ortu nya sendiri.
Disini kita bener-bener diajak berpikir memilih ortu atau memilih pilihan
sendiri. Ya mungkin kalo gue jadi Rishi lebih milih masuk universitas no 1 itu
dengan masa depan yang udah jelas bakal kayak gimana. Tapi ya karena punya
bakat seni yang hebat tentu aja jadi pertimbangan yang berat.
Dimple yang terlalu takut prinsip menikah muda jadi selalu berpikir kalo
dia serius sama Rishi gak butuh waktu lama pasti akan menikah. Melepas karier
nya dan jadi ibu rumah tangga seperti ibunya. Gue aja yang gak pinter-pinter
amat gak mau nikah muda apalagi Dimple yang punya otak cemerlang.
Overall ini novel seru banget. Bikin kita ketawa dan sedih bersamaan. Dan nama Dimpe
itu kan artinya lesung pipi jadi kalo gue baca iget preeti zinta J Dan sekali lagi Rishi bikin
kita para cewek berharap punya cowok kayak dia J
untuk yang suka baca novel remaja terjemah gue rekomen banget ini novel. Dan
untuk cover gue kurang srek, soalnya kurang unik aja jadi kuranng menarik,
padahal ceritanya udah oke.

Komentar
Posting Komentar